Kota AsalKu
Keadaan Geografis
Batas – batas wilayah Kabupaten Banyuwangi :
- Utara Kabupaten Situbondo & Bondowoso
- Timur Selat Bali
- Selatan Samudra Indonesia
- Barat Kabupaten Jember & Bondowoso
Obyek wisata
Banyuwangi di kenal dengan julukan kota Gandrung.
Beberapa Obyek wisata yang ada :
- G-Land, Terletak di Kecamatan Purwoharjo. Kurang lebih 11 KM dari Purwoharjo. G-Land ini lebih terkenal di Dunia International dari pada tempat wisata yang lain. merupakan Wisata Pantai, disini kebanyakan di pakai main Surfing Oleh penduduk lokal atau wisatawan. Tempat wisata yang cukup luas berada disini, jika menjelang agustusan, biasanya di sediakan Sirkuit dadakan disini untuk para Crosser Lokal maupun International. Keberada an tempat wisata yang cukup murah harga ticket masuknya, membuat tempat ini setiap minggu selalu ramai di kunjungi. Dulu semasa SMA ku, aku sering menghabiskan waktu ku ditempat ini untuk bermain,satu geng motor menuju kesana hanya untukmembeli ikan asin untuk di bakar ramerame. Huekkkk keree…
- Plengkung, Terletak di Kecamatan Tegaldlimo, Keindahan pantai dan model Pantainya menjadi semakin asik untuk di tunjukkan ke dunia luar. Pada bulan Agustus hingga Oktober tempat ini ramai dengan Lomba Surfing, disini terdapat 3 Camp untuk penginapan. Jarak Plengkung dari Kecamatan Tegaldlimo sekitar 45 KM, Dapat kita tempuh melalui perjalanan darat maupun Air. JIka ingin melalu perjalanan air kita harus menuju ke G-Land dulu, dari G-lan d bisa naik Speed Booth. Untuk melalui jalan darat bisa menempuh waktu sekitar 4 jam
- Pantai Triangulasi,Pantai Dengan keindahan pasirnya.
- Sadengan, Kawasan Balai Taman Nasional Alas Purwo tidak hanya menyediakan Wisata pantai saja, tapi juga menyediakan wisata yang di beri nama Sadengan. Di sadengan ini anda bisa melihat Banteng Purwo dan Menjangan. Untuk Melihat nya anda tidak perlu bersusah payah, cukup berbekal Teropong dan duduk di menara 3 tingkat dan mempunya tinggi kurang lebih 10 meter, banteng Purwo dan Mejangan ini akan keluar di area terbuka pada sore hari. Untuk menempuh ke tempat ini, dari pusat kota banyuwangi, anda bisa melewati jalan darat. Dari Srono – Muncar – Sumberayu – Tegaldlimo – Dambuntung – Pasar Anyar – Kutorejo – Masuk Hutan Dari Benculuk – Purwoharjo – Karetan- Jatirejo – Tegaldlimo – Dambuntung – Pasar Anyar – Kutorejo – Masuk Hutan .Jarak untuk menempuh ke Sadengan dari pusat kota banyuwangi kurang lebih 75 KM. Anda bisa menggunakan kendaraan motor ataupun mobil pribadi. Kami sarankan Motor anda sekelas Engine dan jika membawa mobil sekelas Land Rover, Jalan sepanjang masuk Hutan rusak parah
- Kucur, kucur sebenarnya bukan tempat wisata yang terkenal, tapi kucur ini juga membawa dampak bagi warga sekitaran. Sumber mata Air dari pegunungan yg tidak pernah berhenti ini di buatkan wadah oleh penduduk sekitar. Untuk menampung airnya dan di alirkan melalui pipa ke rumah” penduduk.
- Ijen, Kawah ijen terletak di Barat Kota Banyuwangi

- Pemandian Kali Kotak Taman Suruh, Tempat Wisata yang satu ini menyajikan kesegaran dan kesejukan, bagaimana tidak, ketika anda berkunjung ke tempat ini, anda bisa merasakan kesegaran air dari pegunungan dengan mandi di kolam yang tersedia. Untuk ke tempat ini anda tidak perlu bersusah payah, anda cukup menempuh jarak 20 Km dari pusat kota. Bisa menggunakan Kendara an Pribadi maupun angkutan Umum. Tempat Wisata ini akan lebih padat di kunjungi wisatawan lokal pada hari libur.Pemandian yang terletak di desa Taman Suruh ini masuk wilayah Kecamatan Glagah. Pada mulanya pemandian ini adalah sumber mata air yang kemudian di tampung dalam sebuah pemandian yang berbentuk kotak dengan ukuran 3 x 3 meter. Karena berbentuk kotak persegi ini maka warga sekitar menamakan nya Kali Kotak.
- Pantai Watu Dodol, Bila Anda hendak ke Bali melalui jalur utara Pulau Jawa, sebelum tiba di Banyuwangi Anda akan melewati Watudodol. Letaknya di pinggir pantai, ditandai dengan patung Gandrung, icon Banyuwangi.
BILA Anda tidak ingin berlama-lama di Banyuwangi, sebaiknya sempatkan mampir ke Watudodol. Banyak hal yang menarik di sini. Selain patung Gandrung dan pantainya yang indah, pulau Bali terlihat dari sini. Anda bisa melihat feri menyeberang dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Mampirlah ke pantainya, di sepanjang jalan terdapat banyak orang berjualan. Anda juga bisa mandi di pantainya, atau berlayar dengan perahu nelayan.
Di salah satu bibir pantai ada keajaiban. Mungkinkah sebuah sumur tawar ada di pinggir pantai? Aneh tapi nyata, di Watudodol, ditemukan sumber air tawar. Rasanya tidak asin ataupun antak. Kalau pasang, air bisa masuk ke dalam sumber air ini, tapi airnya tetap tidak asin. Agar tidak terlalu sering terkena air pasang, warga setempat membuatkan pembatas yang dibuat jadi semacam sumur. Jadi bagi mereka yang ingin mengambil airnya bisa menggunakan timba.
Masyarakat Bali bila menjelang hari suci seperti Waisak, selalu memenuhi tempat ini. Bukan cuma warga Bali, mereka yang datang dari berbagai penjuru tanah air menyempatkan diri datang ke sumur ini untuk mengambil air sumur tawar itu. “Banyak yang percaya, air itu bisa menyembuhkan rematik atau penyakit lainnya,” ujar Siti yang sudah berdagang di sekitar itu selama 5 tahun ini.Patung Gandrung adalah salah satu tempat yang tidak bisa Anda lupakan ketika Anda ingin berfoto. Fondasi patung yang berada di atas pantai ini sudah selesai tahun 2003 lalu. Tetapi pembuatan patung Gandrung baru selesai sekitar akhir 2004 lalu. “Yang mahat 3 orang, 1 orang Banyuwangi, 1 orang Jawa Tengah, dan 1 orang dari Bali,” lanjut Bu Siti. Proses pengerjaannya memakan waktu 3 bulan. Salah satu pelukisnya bernama Wayan, warga Bali yang tinggal di Banyuwangi.
Bu Siti ternyata juga mengetahui model yang dipakai untuk patung. “Itu mbak Dila, anaknya pak Jaksa. Tapi foto anaknya lebih cantik dari patungnya. Kalau hidungnya sama,” kata Bu Siti, satu-satunya penjual bakso dan rujak yang paling dekat dengan patung Gandrung. “Dulu warung saya persis di bawah patung itu. Karena diambil Pemda, saya pindah ke mari (di pinggir jalan, red),” lanjutnya.Batu Besar
Jangan dulu buru-buru pulang atau pergi ke Bali, sebelum Anda melihat ada sebuah batu besar yang terletak persis di tengah jalan di Watudodol tak jauh dari patung Gandrung. Batu ini mirip dodol. Rupanya batu yang tinginya kira-kira setinggi tiang listrik merupakan muasal wilayah itu disebut Watudodol. Mungkin karena bentuknya yang seperti dodol.
Batu ini menjadi unik karena memiliki sejarah sendiri dan cerita mistik di dalamnya. Daerah ini pernah dijadikan sebagai tempat pertahanan dan perlidungan tentara Jepang ketika Perang Dunia II. Karena dianggap mengganggu, batu yang berdiameter sekitar 10 pelukan orang dewasa ini oleh tentara Jepang pernah hendak dipindahkan. Namun, walau sudah puluhan orang dikerahkan untuk memotong batu tersebut agar bisa digulingkan, tidak membawa hasil. Lalu Jepang memutuskan memindakan batu itu dengan ditarik kapal. Ternyata sang batu tetap saja tak bergeming. Kabarnya malah kapal yang menarik itu tenggelam.
Selain mengunjungi sumur air tawar, orang Bali khususnya para sopir truk sering berhenti di Watudodol untuk memberikan persembahan di batu ini, seperti kembang, buah-buahan, uang dan sebagainya.Di samping pesona keindahan dan mistik, Watudodol menyimpan catatan sejarah yang menarik. Watudodol adalah pintu gerbang ke wilayah paling timur pulau Jawa. Bala tentara bisa masuk dari sini menuju ke selatan (Jember) atau ke arah barat (Situbondo).
Tanggal 14 April 1946, Belanda ingin mengadakan percobaan pendararatan di Ketapang, tapi berhasil dihalau oleh tokoh masyarakat Banyuwangi di antaranya Pak Nusahra. Ketika Belanda akan mencoba mendarat di pantai Meneng dan pelabuhan Ketapang, pada 20 Juli 1947, Belanda kembali gagal, karena mendapat perlawanan meriam yang gigih dari pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayor R. Abdul Rifai. Esoknya, Belanda kembali berusaha merebut Watudodol dengan mengerahkan pesawat tempur, tapi kembali terpukul setelah kapal mereka berhasil ditenggelamkan.
Jika Anda lapar atau ngantuk serta bermaksud hendak menginap, di Watudodol Anda bisa mampir di restoran dan hotel di sekitar itu. Tarifnya berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000.
Dari Watudodol, sekitar 2 kilometer Anda sudah sampai di pelabuhan Ketapang. Kalau Anda ada di feri yang menuju ke Gilimanuk, ketika ada sinar matahari, Anda bisa menyaksikan anak-anak dan pemuda yang mata pencahariannya berenang menunggu lemparan uang logam atau kertas. Kemudian mereka berebut untuk mengambilnya. “Yes no, yes no….,” ujar pemuda di sana, yang artinya (karena pengetahuan bahasa Inggirs mereka minim) bukan “ya-tidak, ya-tidak”, melainkan “lemparin duit dong!”






Leave a Reply